RSS

Lulur Rempah Nenek


Sehat Segar ... Itu Cantik !

Hi ... kawan,
Waktu kukecil, punyai nenek yang super genit.
Beliau sudah tua (renta) tapi sangat bergaya sekali.

Umurnya waktu itu sudah diatas 70tahun, sedang aku masih TK.
Beliau seperti putri saja layaknya, yang kuingat.



Berbusana melayu, baju kurung indah-indah, kerudung plus ciput daleman yang berpayet-payet, busana kesehariannya. Lucunya, pake kaca mata bulatnya John Lennon pula !

Setiap hari tiada berdandan lengkap walau didalam rumah,
Setiap hari selalu ada pesta,
Setiap hari ada perjamuan,

Kakekku, H Abdurrahim, seorang yang kuingat shalih sekali, pendiam.
Tinggi gagah perawakannya, berwibawa, sangat spiritual sekali.
Beliau juga pedandan.
Setiap sore dibalik baju koko dan sarung juga pecinya, beliau melengkapi dengan jas.

Bisa dibayangkan ...
Kedua remaja tua tersebut romantisnya dalam pesta hariannya.

Nenekku sudah cantik sekali sebelum Ashar.
Baju kurung melayu dengan warna mencolok mata telah dikenakan.
Jamu yang ia ulek sendiri dengan tangannya sudah diperas dalam gelas seng.
Lalu beliau bawa ke ruang tamu. Disana selepas Kakek shalat Ashar, keduanya minum jamu sore hari disamping ngopi dan duduk dalam diam larut dalam dzikir mempertautkan hati mereka yang romantis sepanjang waktu dengan Tuhannya. Aku hanya duduk-duduk diam mengamati kedua pengantin abadi ini dalam jamuan cinta. Tangan keduanya menggenggam butir-butir tasbih yang bergulir.


Nenekku dengan gincu tebalnya, celak hitam gosok dengan batu selalu menghiasi mata lebarnya, terlalu Pe De kukira. Minyak wangi flora atau apa ya lupa ... disemprotnya menyebar seluruh ruang tamu. Ia selalu jadi pengantin tiap hari untuk Kakekku ! Kakekku juga selalu menyediakan diri bagai Pangeran dengan jas belel yang cuma satu itu.

Kebiasaan Nenek disaat Kakek tidur,
Adalah memakai bedak dingin seperti lulur berempah diwajahnya yang putih bersih.
Ternyata ... kebiasaan ini diajarkan secara tak langsung padaku - baru kutahu manfaatnya setelah aku menua.




Kulitku putih bersih dengan tekstur sangat lembut.
Berbeda dengan adik-adikku.
Ternyata ... lulur sewaktu kujadi remaja kecil mengubah warna kulitku mejadi lebih terang dibanding adik-adikku yang (kala itu) dekil hehehe...

Kebiasaan dari Nenek yang kuteruskan tidak hanya rutin berlulur yang memberikan efek menenangkan saat dan sesudahnya karena aroma rempahnya yang khas. Tetapi kuteruskan sebisaku tampil dirumah seperti seorang putri walau tidak seheboh Nenek.

Yaa... Nenekku menjadi idolaku ... sebagai istri yang sangat berbakti bagi suaminya. Semoga tiap kejap pandang mata Kakek pada beliau - jadikan pancaran keindahan disyurga baginya karena ridha Allah pada beliau. Kuyakin, sampai kinipun, Kakak masih berdampingan dengan Nenek disurga sana. Walau mungkin tak sibuk pake lulur lagi :)

Mereka selalu bahagia didunia sampai akhirat.
Yang pasti juga bukan karena lulur,
Tapi menyertakan hati dalam kesederhanaan yang mengunduh kemegahan.

Oh Terima kasih ya Allah telah diberikan Nenek Kakek seperti beliau. (Doaku menyertai beliau-beliau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar